Tertanggalnya Gigi Susu

Bapak penguasa lembaga pendidikan, berdiri didepan murid-murid dengan senyum mengembang. Bibir yang hitam akibat tembakau menambah putih giginya.
“Gigi bapak penguasa kalian patut dicontoh,..adik-adik” kata dokter gigi. Bapak penguasa yang berdiri disebelah dokter gigi, memamerkan giginya. Gigi yang putih tapi tidak berderet rapi.
“Waktu kecil, bapak tidak suka makan permen, apalagi cokelat,” kata bapak penguasa bangga. Mendengar itu, Roni Tongos mengacungkan tangannya. “Ada yang ditanyakan Roni?” Tanya bapak penguasa
“Bapakkan masa kecilnya jadul banget, memang ada yang jual permen?”. Tiba-tiba ruangan ramai oleh tawa murid-murid. Melihat murid-muridnya teryawa, bapak penguasa tidak menjawab pertanyaan Roni, bahkan melanjutkan bicaranya.
“Anak-anak mau tahu rahasianya, biar gigi kalian bagus seperti gigi saya?” Tanya bapak penguasa. Rahasia umum yang basi. Rahasia yang terdengar sama tiap tahunnya.
“Sikat gigi dua kali sehari, tiap pagi dan malam sebelum tidur. Jangan lupa kedokter gigi enam bulan sekali,” ujar murid-murid kompak. Bapak penguasa tersenyum puas mendengar murid-muridnya hafal rahasianya.
“Anak-anak mau contoh gigi yang tidak pernah dirawat sejak kecil?” tanya bapak penguasa.
“Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……………………”jawab murid-murid.
Mendengar kata-kata contoh dari bibir hitamnya bapak penguasa, Roni Tongos dan Danang Bogang tertunduk, bersembunyi dibelakang tubuh kekar Pak Eko pengajar olah tubuh.
“Roni……Danang……..maju kedepan.!” pinta bapak penguasa. Terlihat Pak Eko menganggukkan kepalanya ketika bapak penguasa meminta tolong . Tanpa menunggu lama, kedua tangan Pak Eko langsung merangkul pundak Roni dan Danang. Langkah kaki mereka diiringi tepuk tangan dan senyuman teman-temannya.
“Kalian dipanggil kedepan bukan untuk diejek. Kalian dijadikan contoh biar gigi teman-teman kalian dirawat sejak kecil. Jangan sampai gigi mereka tidak dirawat seperti gigi kalian,” ucap bapak penguasa.
“Pak, gigi saya tongos bukan karena tidak pernah dirawat,” bantah Roni.Bapak penguasa kaget mendengar bantahan Roni. Tidak biasanya Roni berani membantah.
“Lalu kenapa Ron?” Tanya bapak penguasa
“Waktu umur empat tahun gigi susu saya lepas tapi tetapnya belum tumbuh.Baru umur enam tahun gigi tetapnya tumbuh,” ujar Roni. Dokter gigi terlihat tertarik untuk memeriksa gigi Roni.
“Kok bisa lepas dik?” tanya dokter gigi.
“Ya, waktumain bola sama Danang, kita jatuh.Gigi kita lepas,” ujar Roni meyakinkan. Rasa penasaran masih menyelimuti pikiran dokter gigi tersebut.
“Kenapa mau dipanggil Roni Tongos?”
“Biar terkenal kayak Ronaldinho, tongos tapi jago main bola,” ucap Roni. Seketika ruangan kembali riuh oleh tawa dan ejekan teman-temannya. Bapak penguasa coba mengendalikan suasana.
“Sudah……sudah…..Kalau kamu Nang? Kok bisa bogang seperti itu?” tanya bapak penguasa.
“Sama seperti Roni Pak, tapi gigi tetap saya tidak bisa tumbuh sama sekali. Kalau mau tumbuh, harus dioperasi,”ujar Danang.
Mendengar penjelasan kedua muridnya, wajah bapak penguasa menampakkan keheranan. Bapak penguasa tidak menduga, tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Satu kali setahun dokter gigi, satu kali pula Roni dan Danang dijadikan contoh murid yang malas merawat giginya. Mereka hanya terdiam ketika disuruh kedepan dan dijadikan contoh. Contoh untuk bahan tertawaan teman-temannya.
“Perlu dioperasi Nang?” tanya bapak penguasa.
“Bapak nggak pernah kedokter gigi?” tanya Danang.
“Waktu kecil sih…belum pernah. Tapi gigi saya lebih bagus daripada gigimu,”balas bapak penguasa. Roni yang berdiri disebelah Danang terlihat membisikkan sesuatu. Danang menahan tawa mendengar bisikan Roni. Benar kata Roni, bapak penguasa itu masa kecilnya jadul banget, mana ada dokter gigi, yang ada dukun gigi.
Merasa jadi bahan tertawaan kedua muridnya, bapak penguasa mengarahkan pandangannyake dokter gigi. Penjelasan dari Roni dan Danang tadi menimbulkan rasa ingin tahu, benar apa tidak yang dikatakan mereka.
“Benar kata mereka dok?” tanya bapak penguasa.
“Benar pak,” kata dokter gigi. Pada usia enam sampai dua belas tahun gigi susu akan digantikan gigi tetap. Bila gigi susu lepas sebelum waktunya sedangkan posisi benar gigi tetapnya masih jauh, itu tidak dapat menyebabkan gigi sebelumnya bergeser dan mengisi ruang kosong tersebut. Ada dua kemungkinan bila gigi tetap sudah waktunya tumbuh:
1.      Dapat tumbuh tapi tidak pada tempatnya (lebih kedepan atau lebih kebelakang   dari yang sehrusnya) dan akan tampak seperti gigi bertumpuk.
2.      Tidak dapat tumbuh sama sekali. Dan untuk mengeluarkannya, diperlukan operasi kecil.
Penjelasan dokter gigi tersebut membuat bapak penguasa malu. Dia merasa pengetahuan tentang gigi susu kurang dibanding Roni dan Danang.
“Terima kasih dok atas penjelasannya…..anak-anak antri ya…….biar lancar memeriksanya,” pinta bapak penguasa mengakhiri bicaranya.

Telepon rumah Roni berdering. Terdengar suara bunda Ani.
“Ron bagaimana periksa giginya? Kamu jadi bahan tertawaan lagi?” tanya bunda Ani.
“Iya sih bunda……..tapi Roni jadi lebih percaya diri. Tiap orang tanya kenapa giginya tongos, Roni punya jawabannya. Nggak sia-sia Roni ke warnet,” ujar Roni bangga.
“Bagus Roni…….itu baru anak bunda. Gigi tongos bukan karena tidak pernah dirawat, tapi karena keturunan,” kata bunda Ani.
Sore itu Roni dan Danang bersiap-siap menuju lapangan untuk main bola. Sepak bola yang menyebabkan gigi susu Danang lepas, bukan gigi susu Roni.

Silahkan Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s