Tatapan Pertamaku

Hmm… kita belum pernah ketemu, kamu gak takut ya kalau2 aku ini orang jahat??” sambil tersenyum-senyum sendiri di telepon, menduga-duga ekspresi lawan bicaranya.

Ahahaha. Gak mungkin aku takut sama orang sekeren dan selucu kamu sayaanggg…” suara yang manis dan lembut terdengar dari seberang. Begitu mendoga.

Keren apanya sih? ahh ngejek aja deh..” cekikian sendiri, setengah karena senang dipuji, setengah lagi karena mendengar derai tawa dari seberang telepon

Keren dari atas, depan, belakang, samping, kiri, kanan… Semua yang ada di kamu aku sukaaaaa…Pokoknya kamu kerenn.. ahahaha.” lagi-lagi suaranya begitu menggoda, menggemaskan, persis seperti suara dua tokoh idola anak-anak di TV, Upin dan Ipin. Padahal usia sang empunya suara sudah mendekati kepala dua.

Itu percakapanku dengannya sekitar tiga bulan yang lalu, ketika aku masih menjalin cinta lewat dunia maya. Menjalin cinta di dunia maya cukup menyiksaku,ahh bahkan kurasa begitu menyiksaku akhir-akhir ini. Mungkin karena akhir-akhir ini rasa cinta dan sayangku makin membumbung tinggi ke langit. Sementara aku hanya bisa menatap layar hape, atau komputer untuk memandang wajahnya yang jelita. Hanya bisa mendengar suaranya ketika aku ingin mendekapnya, menatap wajahnya dan membelainya dalam pangkuanku. Berusaha menahan hasrat dalam hatiku yang begitu menggebu untuk bertemu dengan kekasihku tercinta. Sungguh menyiksa.

Begitulah, akhirnya aku menguatkan diriku, memompa keberanianku untuk menemuinya langsung. Yah, tepat hari ini. Saat libur Tahun Baru telah datang. Tak lama lagi, aku akan bertemu pertama kali dengan kekasihku.Ahh, akankah dia seperti yang ada dalam khayalku selama ini? Dadaku berdebar membayangkan pertemuanku nanti.

Ahh, benar-benar deg degan rupanya, tanganku pun terasa sedingin es. Orang yang selama ini hanya aku kenal dari tulisan-tulisan saat chatting serta SMS, lalu dari suara menggemaskannya, benar-benar akan kulihat seutuhnya. Kurasa aku sudah bisa mencium wangi parfumnya dari sini, meski wujudnya belum terlihat. Merasakan tatapan matanya dan sentuhan tangannya di jemariku….

drrttt drrttt, Hape ku bergetar

Kamu di mana sayang?? aku sudah nyampe. Ni di depan pintu keluar.“suaranya yang menggemaskan langsung menyapaku.

Lagi jalan ke sana yank. Gak sabar ketemu kamu. Jadi deg-deg deh. hahaha

Aku juga. Emm, aku yang pake baju putih ya...” tuutt tuutt tuutt..

Telepon terputus sebelum aku sempat bertanya lebih lanjut lagi. Ya sudahlah, lebih baik aku bergegas berjalan ke pintu keluar, aku tak ingin dia terlalu lama menungguku. Untunglah stasiun tak terlalu ramai. Tak akan sulit mencari kekasihku. Sekalipun ia berada di tengah kerumunan masa, aku yakin akan tetap mengenali wajahnya, walaupun aku belum pernah bertemu dengannya.

Sampai di depan pintu keluar, kutolehkan kepalaku, ke kiri dan ke kanan, berusaha mencari sosok yang telah tergambar di otakku selama beberapa bulan belakangan. Sosok yang selalu hadir dalam mimpiku. Mimpi yang begitu lembut dan nyata. Dalam tidurku, aku bisa memiliki kekasihku seutuhnya. Kadang mimpiku terasa menyakitkan, sebab begitu aku terbangun, ia tak ada di sisiku.

Pandanganku terpaku pada satu titik, sepuluh meter di hadapanku. Ahh! itu dia! Darahku kembali berdesir. Dia tidak melihat ke arahku, tetapi memandang ke arah lain, memunggungiku. Walau dia memunggungiku, toh aku tetap tahu itu dia. Memakai baju putih, dengan rambut panjang tergerai indah menyentuh punggung. Ingin sekali aku berlari, lantas menghambur memeluk kekasihku.

Kutepuk bahunya lembut. “Sayaanng..” sapaku tanpa ragu-ragu.

Dia menolehkan wajahnya untuk pertama kalinya padaku. Sejenak aku tertegun memandang wajahnya. Sedikit kaget. Ahh, ternyata Aku Sangat Kaget!! Tak kusangka parasnya sungguh berbeda dengan yang ada dalam foto, jauhhhhh sekali dari khayalanku. Dalam benakku, dia begitu anggun ,begitu cantik.. Tapi ternyata… Ahh sudahlah.. Aku tetap tersenyum, tak ingin menghapus sukacita di moment pertemuan pertama kami.

Kekasihku menatapku dengan tatapan bingung.. Emmh, bukan, sepertinya tatapan terkejut pula. Apakah aku tak sekeren yang ada dalam bayangannya? tanyaku dalam hati. Ahh, tapi dia juga tak seindah dalam bayanganku. Kusadari ternyata aku sedikit kecewa.

Kugandeng tangan kekasihku, menariknya pergi meninggalkan stasiun.

PLAKK!!! tiba-tiba saja sebuah tamparan hangat mendarat di pipi. Ouch!!

KAMU SIAPA???!!! PENCULIK YA??!!” kekasihku berteriak-teriak panik seperti orang gila.

Aku? Aku pacar kamu..” sahutku bingung.

Pacar??!! Saya sedang nunggu suami saya di sini!! Tiba-tiba saja situ datang dan main gandeng tangan saya!!” Kekasihku berteriak-teriak heboh, menarik orang-orang mengerubungi kami.

Eh.. Maaf. Sepertinya ada kesalahpahaman di sini..” kurasakan pipiku menghangat. “Maaf sekali lagi. Saya salah orang.” Aku nyengir, lalu pergi, menyeruak kerumunan orang yang sangat ingin tahu.

Astaga! Bodoh sekali!! Aku berjalan cepat meninggalkan kerumunan yang dalam sekejap saja sudah menjadi besar. Malu sekali rasanya.

BRUKK!!!

Bahuku menyenggol seseorang, eww menabrak lebih tepatnya. Aduh!! Apa lagi sih kebodohan yang kulakukan? Gadis itu terjengkang karena tabrakanku yang sangat tak terduga.

Kubantu dia berdiri, lalu cepat-cepat meminta maaf. Tak berani memandang wajahnya. Pasti dia marah, atau jangan-jangan malah kena tampar lagi seperti tadi. Apes banget sih. Aku hanya menunduk pasrah, sementara ia membersihkan celananya yang sedikit kotor karena menyentuh tanah.

Sayang..??” sebuah suara yang sepertinya familier menyapaku. Aku mendongak, ternyata gadis yang kutabrak tadi.

Hah?” bodohnya, cuma itu yang bisa kukatakan.

Kamu udah lama ya nunggu di sini? Maaf tadi aku ke WC dulu..“gadis itu langsung melanjutkan kata-katanya.

Mei..??” tanyaku bodoh. Masih kaget. Tak percaya akhirnya aku bertemu dengan kekasihku sungguhan.

Idiihh dudul emangnya sapa lagi cobaa..” Mei langsung menghambur dipelukanku.

Semua sketsa tentang indahnya pertemuan pertamaku dengannya luluh sudah. Semua meleset dari skenario, aku mengikik geli. Mei melepaskan pelukannya, lalu memandang wajahku.

iihh kamu keren banget dehh. Pake pura-pura nabrak aku segala.. Untung aku langsung tau, itu kamu..“Mei tertawa sendiri.

Sayangkuu.. Kamu .. lebih indah daripada mimpiku..” Aku tersenyum gembira, lalu menggandeng tangannya, kali ini benar-benar tangan kekasihku. :D

Silahkan Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s