Dan Terahir

Lanjutan dari Cerita INi

Hari Minggu yang cerah, seorang wanita sedang menyanyi-nyanyi riang di dapurnya sambil mencuci piring bekas sarapan. Menyenandungkan lagu lama yang romantis. Entah mengapa perasaannya sangat riang di hari minggu ini. Apa mungkin karena hari libur?

Seseorang tiba-tiba mendekap wanita itu dari belakang. Memeluk pinggangnya. Napasnya yang hangat menelesuri bahu wanita itu. Kemudian mengecup leher wanita itu dengan lembut.

“Belum beres nih nyucinya, sebentar lagi yaaa…” si wanita menolak.

“Ah lama dehh. Mumpung libur nih.”pria itu berkata dengan manja.

“Kalau kamu meluk-meluk begini kapan beresnya.”si wanita terkikik sendiri sambil berusaha melepaskan pelukan pria itu di pinggangnya.

“Yah kamu, jadi kena sabun deh.”si pria mengeluh, suaranya di halus-haluskan seperti anak kecil.

“Biarin, kamu sihh…. Sana tunggu aja di depan TV.”si wanita tersenyum simpul.

Pria itu pun melenggang ke ruang TV menuruti kata-kata wanitanya. Lagi-lagi wanita itu meneruskan bersenandung dengan riang, menyanyikan lagu “Yang” nya Wali. :D

Menyenandungkan lagu itu, membuatnya teringat pada masa lalunya.

——————-

Sepuluh tahun yang lalu.

Seorang gadis menulis sebuah surat. Surat untuk sang pacar. Singkat saja sih isinya,

Yang, maafkan aku..

Kita putus saja yah… Aku mohon kamu menghargai permintaanku ini.

Carilah gadis lain yang lebih baik dariku. Kamu bisa kok.

Selamat tinggal sayangku.. Maafkan aku harus meninggalkanmu ke luar negeri.

Mulai dari surat ini kamu terima, kamu tak akan pernah melihatku lagi…

Surat itu, surat perpisahan sekaligus pemutusan hubungan. Surat yang singkat dan tidak menjelaskan apa pun. Sang gadis tidak pernah bisa mengucapkan kata putus untuk yang kedua kalinya dari bibirnya sendiri, maka dari itu dia memilih untuk menulis surat saja. Juga, dengan terpaksa gadis itu menambahkan embel-embel “luar negeri”, supaya si pacar tidak akan repot-repot mencari si gadis lagi.

Si gadis sudah membulatkan tekadnya untuk putus.

Ia tidak peduli lagi pada pacarnya, yang katanya menangis 7 hari 7 malam. Ia tidak peduli pacarnya mengemis-ngemis di telepon untuk memintanya kembali. Ia juga tidak peduli sang pacar sampai demam 3 hari karena kehujanan saat menunggu si gadis keluar dari rumahnya. Sementara si gadis hanya bisa mengintip dari balik jendela, “Maafkan aku sayang…” Tekad si gadis sudah bulat, dan tak bisa dibantah lagi.

Akhirnya, si pacar pun lelah menunggu si gadis kembali. Lelaki itu menghilang bagai ditelan bumi.

————————

Wanita itu telah selesai mencuci piring dan membereskan dapurnya. Ia mencuci tangannya dengan sabun dan bersiap menyongsong pria yang telah menunggunya di depan TV. Ia tersenyum-senyum sendiri membayangkan si pria yang menunggu dengan tidak sabar. Ahh.. Hari minggu, selalu menjadi hari yang menyenangkan.

Belum saja wanita itu keluar dari dapur, si pria ternyata sudah memeluk pinggangnya, mengangkatnya dan memutarnya di udara. Si wanita tertawa-tawa. “Halo, bu organis, sudah selesaikah pekerjaanmu?” si pria berbisik di telinga sang wanita. Kemudian ia mengecup bibir wanita itu perlahan. Ciuman singkat.

“Pak Profesorku ini ternyata gak sabaran yah..”wanita itu tertawa lagi. Si pria kemudian menggendongnya, membopongnya di kedua tangannya yang kekar. “Kamar kita sudah terlalu lama dingin sayangku, ia menanti untuk kita hangatkan.” Pria itu terbahak-bahak sendiri. Si wanita hanya tersenyum, sementara jantungnya berdebar dan pipinya bersemu, sama seperti sepuluh tahun yang lalu.

Sepuluh tahun yang lalu itu. Tahun yang sempat membuatnya bingung.

Dalam pelukan pria itu, sang wanita berkata dalam hatinya,

“Terbukti kan? Aku tidak salah memilih cinta kedua dan terakhirku…”

Silahkan Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s