Yang Ke-2

Gadis itu mendesah gelisah, pikirannya menerawang jauh. Teringat akan suatu percakapannya pada sang pacar beberapa bulan yang lalu. Ia memejamkan matanya perlahan.

“Kita putus saja.”

“Enggak mau. Aku sayang kamu, aku gak mau putus!!!” sang pacar ngotot. Dia tidak ingin mengakhiri hubungan yang hampir  7 bulan telah dijalaninya bersama gadis manis itu.

Ia tahu kesalahannya yang sangat cuek, namun ia sangat mencintai gadisnya. Ia tidak bisa kehilangan gadisnya.

Lagi-lagi sang gadis mendesah. Wajahnya berkerut-kerut. Ia memandang awan dari jendela kamarnya. Kenapa sulit sekali aku mengakhirinya? Sampai kapan aku harus bertahan?

Sejak kata putus telah diucapkan, lelakinya berubah drastis. Hubungan mereka dikukuhkan di fesbuk, semua status sang gadis selalu dikomentarinya, belum lagi wall-nya penuh dengan wall-wall si lelaki. Lelaki itu ingin berubah. Sebelumnya, lelaki itu bahkan tidak pernah menyentuh fesbuk.

Sejujurnya, bukan itu alasan utama si gadis ingin putus. Bukan karena cuek. Ada alasan lain yang mengganggu pikirannya belakangan ini. Itu sudah satu bulan menganggu pikirannya.

Kini sang gadis tersenyum simpul, masih sambil memandang awan yang berbaris rapi di langit. Tiba-tiba saja, bayangan wajah seseorang muncul di benaknya.

Orang itu… Lelaki itu, lelaki lain yang telah mengambil hatinya.  Lelaki yang bisa membuatnya tertawa lepas, berdebar-debar dan bisa membuatnya tersipu malu. Kedewasaan si lelaki lain membuat sang gadis luluh. Belum lagi suaranya yang sangat menyenangkan dan otak cerdasnya yang selalu bisa membuat si gadis penasaran. Mereka sering berdebat, dan sering beradu pikiran. Bukan debat kusir, tapi perdebatan cerdas disertai bukti-bukti akurat. Namun perdebatan selalu diakhiri dengan tawa canda yang riang. Obrolan menjadi semakin hangat. Selalu begitu.

Ia teringat akan suatu obrolan yang membuatnya tertawa.

“btw, lagi apa?”Tanya si lelaki.

“lagi nungguin mama yang lagi arisan.”dengus si gadis di telepon.

“ikutan masuk aja donk.”

“Ih ogah, aku kan bukan ibu-ibu.”

“iya deh tante.”

“Beuh, si om manggil saya tante.” Si gadis terkikik.

“ikut-ikutan aja kamu manggil om. Mau om bayar berapa sih tante?”suara tawa yang sangat menyenangkan terdengar dari seberang sana.

“Lah, enak aja. Emangnya aku tante girang! Huu.. dasar! ” si gadis tertawa juga.

Ahh, jarang sekali sang gadis merasakan hal-hal seperti itu lagi. Terakhir, dua tahun yang lalu, bersama sang mantan yang kini menjadi sahabatnya. Bahkan pacarnya yang sekarang pun tidak mampu membuatnya jatuh cinta.

Ini yang kedua kalinya, sejak dua tahun yang lalu aku merasakan yang namanya jatuh cinta..

Si gadis tenggelam dalam bayangannya bersama lelaki lain. Dia terlarut dalam mimpinya. Berharap lelaki itu memiliki perasaan yang sama. Sehingga, setelah ia menyudahi hubungannya dengan sang pacar yang makin terasa hambar, ia bisa beralih kepelukan lelaki itu. Lelaki lain itu, yang selalu bisa membuatnya nyaman.

Dia tahu, dia sangat jahat. Tapi hatinya tidak bisa berbohong.

Salah siapa membiarkannya selalu sendiri seperti tidak punya pacar saja?

Salah siapa tidak pernah datang berkunjung dan menghabiskan malam minggu bersama-sama?

Salah siapa jika malam minggu akhirnya dihabiskan untuk bertelepon dengan lelaki lain?

Sekarang, salah siapa hingga hatinya terambil lelaki lain?

Salah siapa?

Si gadis tidak ingin makin menyakiti pacarnya lebih lama lagi. Sayang, sang pacar tampaknya tak mengerti. Haruskah ia berkata bahwa sudah ada lelaki lain?

Ahh. Alasan itu akan semakin menyakiti sang pacar. Alasan apalagi yang harus ia berikan supaya tidak terlalu menyakiti pacarnya? Suara kicauan burung di pagi hari terdengar sangat nyaring, tapi tak secerah hatinya sekarang.

Aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya…

Si gadis melamun lagi. Nampaknya, pagi ini akan dihabiskan dengan melamun.

Silahkan Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s